Rabu, 24 Juni 2015

Doaku

Hari ini dan seterusnya,
Aku akan mendoakan dia,
Memikirkan dia,
Yang telah memberikan kesenyuman.
Terima kasih telah menjadi bagian dariku,
Hingga kau kini memilih jalan yang tepat untukmu dan diriNya,
Aku disini baik-baik saja,
Hanya bisa memandang pelajaran keluh hati kesal orang lain.

Doa untuknya,
Aku sampaikan dengan bahagia,
Aku sampaikan dengan bibir bergerak,
Aku sampaikan dengan keadaan sepi,
Agar kau bisa melanjutkan dengan caramu sendiri.

Karya: Fahri Kurniawan

Maghrib

Sungguh kunantikanmu,
Waktu petang keramaian,
Berkumandangkan azan,
Burung bercahaya hitam di langit biru memanjang.

Alhamdulillah aku bisa berbuka,
Walaupun terasa sendirian.
Maghrib berkah,
Keberkahan ini ciptaanNya,
Membuat ramadhan semakin mempesona,
Hingga akhirnya diakhiri dengan kemenangan,
Kemenangan serentak manusia di bumi ini.

Waktunya tiba,
Petang menjadi tenang,
Ketenangan yang membuat semakin larut,
Hingga pada saatnya hidup ini terasa cepat dari sesungguhnya.

Karya: Fahri Kurniawan

Selasa, 23 Juni 2015

Akhirnya

Siap tak siap,
Pasti akan menemukan jalan,
Dimana bibir ini senyum kepada dia,
Sehingga menciptakan keindahan pada diri sendiri.
Akhirnya, aku menemukan suatu titik,
Dimana kebahagian mengejarku lagi,
Meskipun kejarannya tak sekuat elang mengejar mangsanya.

Ah tidak, mungkin kebahagiaan hanya sementara?
Aku takut,
Aku takut jika kebahagiaan itu hanya sementara,
Seperti ombak yang kembali berkeliaran di laut.

Ini puisi alay, ini puisi alay,
Atau bahkan bukan puisi,
Ah aku masih muda, aku masih muda,
Kenapa aku sampai memikirkan hal alay ini?
Yah, aku tau ini dimana aku telah terlanjur terjun ke dunia penuh keraguan dan pertanyaan,
Justru pertanyaan itu lah yang membuatku selalu mencari,
Dimana?
Dimana?
Kebahagian hati itu berada.

Tuhan

Ah semakin buruk saja,
Keadaan ini membuat pikiran aku berubah - ubah,
Bagaimana aku bisa melihat dia tanpa seizin Tuhan?
Bagaimana jika engkau melarangku,
Hingga akhirnya aku mendekati lorong kegalauan.

Melihat akhir - akhir ini,
Ku tak tahan untuk mengingat,
Kealayan hati ini untuk berbicara tentang seseorang,
Aku tahu itu,
Setidaknya aku bisa memberikan curahan isi pikiran dan hati ini dengan benar,
Walaupun dunia dan alam semesta ciptaanNya tetap tak paham denganku.
Aku masih punya banyak waktu,
Tuhan memberikannya kesempatan emas itu,
Aku hanya bisa meminta tolong denganNya untuk mengisi sisa waktu.

Jika hari ini aku ditakdirkan,
Lakukanlah.
Jika hari ini aku ditakdirkan,
Berikanlah.
Jika hari ini aku ditakdirkan,
Tuhan paham segalanya.

Karya: Fahri Kurniawan

Pagi

Pagi ini,
Membawaku sunyi,
Melihat apa yang terjadi.
Kuingat semalam,
Atas keraguan yang bisa mengubah segalanya.
Aku tahu itu berat,
Walaupun tiada sepintas kata untuk memutuskannya,
Walaupun tiada hati berterus terang,
Walaupun aku dan seseorang.
Ya, Dimana aku dan seseorang,
Saling mencari kebahagiaan.

Semua telah habis,
Termakan waktu,suasana dan kata bijak dari orang lain.
Pagi ini aku hanya bisa duduk manis,
Sehabis melakukan perjalanan menuju tempat dimana aku harus beribadah,
Tak lupa aku memikirkan Tuhan,
Yang mengatur segala hal,
Termasuk aku dan seseorang.
Meratapi hal itu,
Aku sesekali ragu,
Apakah akan membuatku lebih baik lagi dari sebelumnya?
Atau apakah aku akan dibuat kacau oleh dirinya?
Atau apakah aku akan menjadi pribadi yang penuh kritisan?
Atau aku mensudahi pagi ini dengan hati yang sunyi tak seindah hari hari kemarin....

Karya: Fahri Kurniawan